Langsung ke konten utama

Misteri Umur 40 Tahun

Allah menciptakan manusia ini untuk melaksanakan perintah dan menjauhkan larangan. Dan Allah memberikan peringatan bagi mereka dengan umur yang Allah berikan  kepada mereka.  Allah berfirman dalam QS. FATIR: 37 yang artinya “bukankah kami telah memanjangkan umurmu? Untuk dapat berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu seorang pemberi peringatan? ”
Sebagian ulama mengingatkan bahwa peringatan itu ketika manusia sudah berumur 40 tahun. Itu sudah diingatkan oleh Allah, untuk kembali kepada Allah, untuk Taubat kepada Allah, untuk melaksanakan Amal-Amal Sholeh, untuk menjauhkan semua perbuatan dosa & maksiat.
Sebagian mufassir menafsirkan umur 40 tahun. Karena umur itu umur kematangan manusia. “Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun” QS. AL-AHQAF:15
Apabila sudah mereka mencapai umur yang matang yaitu 40 tahun. Jadi kalau sudah 40 tahun itu umur yang matang. Maka nabi diutus oleh Allah ketika berumur 40 tahun. Sudah mulai dia berfikir, TOBAT atas semua dosanya, tinggalkan semua yang haram, tinggalkan semua dosa-dosa besar, tinggalkan semua yang tidak bermanfaat, dan kembali kepada Allah.
Tapi kalau sudah lewat dari situ sampe 50 60 tahun tetep begitu sulit dia untuk kembali. Karena umur umat islam ini 60-0 tahun. Kata Nabi “Umur umatku antara 60 dan 70 sedikit yang lewat daripada itu”.
Dan ketika kita diberikan umur panjang, pada hakekatnya sudah sedikit lagi akan MATI. Setiap umur itu bertambah umut itu juga berkurang. Dalam QS. YAASIN: 68 Allah berfirman “ Dan barang siapa kami panjangan umur nya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadiannya, maka mengapa mereka tidak mengerti”. Artinya ketika umur ini bertambah 30-40 sudah dekat dengan kematian. Kalau umur yang diberikan Allah 60-70 ketika dia sudah 50 jatah dia tinggal 10 tahun lagi kalau umur 60 tinggal 10 tahun lagi jatah dia.

Tinggal dia berusaha melakukan amal-amal sholeh, tapi banyak juga yang ga sampai itu. Ada yang Allah wafatkan ketika dia masih remaja, atau dia masih kecil anak anak, atau ketika dia sudah dewasa, banyak yang di waftkan oleh Allah. Tinggal apakah dia sudah mempersiapkan bekal atau belum. Dan kita sering kalau kita ada orang meninggal dunia kita mengucapkan “Innalillahi Wainna Ilaihi Roji’un” “Sesungguhnya kami ini milik Allah dan Kami ini akan kembali kepada Allah”. Kita semua ini milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Mestinya kalau orang mengucapkan kalimat itu mestinya dia sadar, bahwa dia akan mati pasti akan mati. Dan dia pasti akan menjadi penghuni kubur. Dan dia pasti akan di kumpulkan oleh Allah di Padang Mahsyar. Dan dia pasti akan ditanya Allah tentang apa yang di lakukan. Itu Pasti !. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jumat: Tujuh Golongan yang Mendapatkan Naungan Allah pada Hari Kiamat

Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat. Siapa saja mereka itu? Karena kala itu kita sangat butuh pertolongan Allah. Baca khutbah Jumat berikut ini. Khutbah Pertama إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah … Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam yang telah...

Cinta Bukanlah Disalurkan Lewat Pacaran

Cinta kepada lain jenis merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam syariatnya yang  rahmatan lil ‘alamin . Namun, bagaimanakah jika cinta itu disalurkan melalui cara yang tidak syar`i? Fenomena itulah yang melanda hampir sebagian besar anak muda saat ini. Penyaluran cinta ala mereka biasa disebut dengan pacaran. Berikut adalah beberapa tinjauan syari’at Islam mengenai pacaran. Ajaran Islam Melarang Mendekati Zina Allah  Ta’ala  berfirman, وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا “ Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ”(QS. Al Isro’ [17] : 32) Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa laran...

Minta Diruqyah karena Terkena Sihir

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Kami bisa memahami bagaimana kesedihan orang yang mendapatkan musibah berupa gangguan jin. Kesedihan yang tidak hanya dialami korban, namun juga dialami seluruh keluarganya. Namun apapun itu, kami ingin meyakinkan bahwa semua kesedihan yang dialami setiap muslim dan muslimah, tidak ada yang disia-siakan oleh Allah. Karena setiap musibah yang dialami seorang muslim akan diwujudkan menjadi pahala atau kaffarah penghapus dosa. Baik musibah fisik maupun musibah batin. Untuk itu, berbahagialah menjadi seorang mukmin. Semua bisa berpeluang menjadi pahala. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ “Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangg...