Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 28, 2016

Hadis Dhaif Seputar Bulan Rajab

Hadis Dhaif Seputar Bulan Rajab Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du, Bulan rajab merupakan bulan istimewa bagi kaum muslimin. Di saat yang sama, bulan ini menjadi kesempatan bagi sebagian orang untuk menyebarkan hadis dhaif atau hadil palsu. Terutama bagi mereka yang kurang perhatian dengan keshahihan hadis. terlebih didukung adanya berbagai fasilitas yang semakin memudahkan mereka untuk menyebarkan hadis-hadis yang tidak bertanggung jawab itu. Sebelumnya kami ingatkan bahwa menyebarkan hadis palsu, tidak ubahnya menyebarkan kedustaan atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam . Karena itulah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan peringatan keras akan hal ini. Dalam hadis dari Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salla m bersabda: مَنْ حَدّثَ عَنِّي بِحَديثٍ يُــرَي أَنّه كَذِبٌ فَهو أَحَدُ الكَاذِبِين “Barangsiapa yang menyampaikan suatu hadis dariku, sementara dia menyangka bahwasanya ...

Mitos Menabrak Kucing

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Para ulama membagi hewan menjadi 3: [1] Hewan yang diperintahkan syariat untuk dibunuh Seperti kalajengking, ular, tikus, anjing hitam, dst. Disamping binatang ini berbahaya, mereka juga mengganggu. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, خَمْسٌ مِنَ الدَّوَاب كُلُّهَا فَوَاسِقُ تُقْتَلُ فِى الْحَرَمِ الْغُرَابُ وَالْحِدَأَةُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ وَالْعَقْرَبُ وَالْفَارَةُ “Lima hewan yang semuanya jahat (mengganggu), boleh dibunuh walau di tanah suci; burung gagak, burung hering, anjing yang suka melukai, kalajengking dan tikus.” (HR. Muslim 2924). [2] Hewan yang mengganggu Hewan pengganggu, boleh dibunuh, sekalipun tidak ada perintah dari syariat untuk membunuhnya. Seperti binatang buas yang membahayakan, nyamuk, semut yang mengganggu, kecoa yang mengganggu, tawon yang ganggu atau lalat. [3] Hewan yang tidak mengganggu Hewan yang tidak mengganggu, tidak boleh dibunuh. Nabi s hallallahu ‘alaihi...

Minta Diruqyah karena Terkena Sihir

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Kami bisa memahami bagaimana kesedihan orang yang mendapatkan musibah berupa gangguan jin. Kesedihan yang tidak hanya dialami korban, namun juga dialami seluruh keluarganya. Namun apapun itu, kami ingin meyakinkan bahwa semua kesedihan yang dialami setiap muslim dan muslimah, tidak ada yang disia-siakan oleh Allah. Karena setiap musibah yang dialami seorang muslim akan diwujudkan menjadi pahala atau kaffarah penghapus dosa. Baik musibah fisik maupun musibah batin. Untuk itu, berbahagialah menjadi seorang mukmin. Semua bisa berpeluang menjadi pahala. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ “Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangg...

Mereka yang Diusir dari Telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Orang yang Diusir dari Telaga Nabi Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Mengimani keberadaan telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bagian dari prinsip ahlus sunah. dan ini bagian dari kesempurnaan iman kepada hari akhir. Tentang keberadaan haudh (telaga) di hari kiamat, telah dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadis dengan redaksi yang berbeda. Diantaranya, Pertama , bahwa semua nabi memiliki haudh Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ لِكُلِّ نَبِىٍّ حَوْضًا وَإِنَّهُمْ يَتَبَاهَوْنَ أَيُّهُمْ أَكْثَرُ وَارِدَةً وَإِنِّى أَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ وَارِدَةً Sesungguhnya setiap nabi memiliki Haudh (telaga). Dan mereka akan saling berlomba, siapa diantara mereka yang telaganya paling banyak pengunjungnya. Dan saya berharap, aku adalah orang yang telaganya paling banyak pengunjungnnya. (HR. Turmudzi 2631 dan dishahihkan al-Albani) Kedua , Nabi...

Bolehkah Kencing Sambil Berdiri?

Kencing Berdiri Pertanyaan: Bagaimana menggabungkan dua hadits yang kelihatannya bertentangan berikut ini. Yang pertama, Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang buang air kecil sambil berdiri. Yang kedua, dalam riwayat lain dijelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam buang air kecil sambil berdiri. Jawaban: Semua riwayat yang menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam buang air kecil sambil berdiri ada yang shahih, baik yang diriwayatkan oleh Aisyah maupun dari sahabat yang lain. Disebutkan dalam Sunan Ibnu Majah dari hadits Umar, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, لاَ تَبُلْ قَائِمًا “Jangan engkau kencing berdiri.” Derajat hadits ini sangat lemah. Adapun hadits Aisyah, yang disebut-sebut dalam pertanyaan tadi, sama sekali tidak berisi larangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk kencing sambil berdiri. Hadits tersebut hanya menyatakan bahwa Aisyah belum pernah melihat Rasulul...

Adakah Adzan ketika Memakamkan Jenazah?

Pertanyaan: Assalamu’alaikum Ustadz, Di lingkungan masyarakat saya ada ritual mengadzani orang yang baru meninggal , apakah hal ini memang ada tuntunan dari Rasulullah Muhammad? Syukron Ustadz, wassalamu’alaikum Jawaban: Wa’alaikumussalam Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Terdapat sebuah hadis yang menyatakan, لَا يَزَالُ الْمَيِّتُ يَسْمَعُ الْأَذَانَ مَا لَمْ يُطَيَّنْ قَبْرُهُ “ Mayit masih mendengar adzan selama kuburnya belum diplester dengan tanah .” (HR. Ad-Dailami dalam Musnad Al-Firdaus no. 7587) Namun hadis ini disepakati para ulama sebagai hadis yang lemah, bahkan palsu. Berikut keterangan para pakar hadis ketika menilai hadis di atas. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata, وَإِسْنَادُهُ بَاطِلٌ ، فَإِنَّهُ مِنْ رِوَايَةِ مُحَمَّدِ بْنِ الْقَاسِمِ الطَّايَكَانِيِّ وَقَدْ رَمَوْهُ بِالْوَضْعِ . “Sanadnya batil, karena hadis ini termasuk riwayat Muhammad bin Al-Qasim Ath-Thayakani, di mana dia telah dicap sebagai pemalsu h...

Indigo ? Dalam Pandangan Islam

Fenomena Anak Indigo Pertanyaan: Assalamu’alaikum, ustadz.. Saya mau menanyakan tentang indigo (Indera ke- enam) menurut pandangan Islam? Jawaban: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Salah satu pertanyaan yang banyak disampaikan melalui situs Konsultasisyariah.com adalah fenomena anak indigo . Memang diantara sifat manusia adalah curiosity, semangat untuk selalu ingin tahu. Meskipun bisa jadi dia tidak memiliki banyak kepentingan dalam hal ini. Namun apapun itu, pertanyaan semacam ini menunjukkan sengamat untuk memahami masalah sesuai koridor agama. Kami memberikan apresiasi positif untuk setiap upaya mengembalikan semua permasalahan kepada Al-Quran dan sunah. Terkait fenomena anak indigo, ada beberapa catatan yang bisa kita beri garis tebal, Pertama, islam tidak menolak realita Sebelumnya, mari kita memahami peta realita berikut, Realita dibagi menjadi dua: 1.  Realita syar’i : itulah semua berita yang disampaikan dalam Al-Quran dan suna...

Malam Nisfu Syaban, Catatan Amal Ditutup ?

Pertanyaan: Assalammu’alaikum. Apa keistewaan bulan Sya’ban? Karena saya sering mendengar bahwa Allah menutup catatan perbuatan manusia dan menggantinya dengan catatan baru? Terima kasih. Wassalammualaikum warahmatullahi wa barakatu Jawaban: Wa’alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Pertama, kami tidak pernah menjumpai dalil maupun keterangan ulama bahwa buku catatan amal hamba ditutup di malam nisfu Sya’ban atau ketika bulan Sya’ban. Kami hanya menduga, barangkali anggapan semacam ini karena kesalah pahaman terhadap hadis, dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya, يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ “Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana anda berpuasa di bulan Sya’ban?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَه...

5 Cara Mengendalikan Emosi dalam Islam

Cara Mengontrol Emosi dalam Islam Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Salah satu senjata setan untuk membinasakan manusia adalah marah. Dengan cara ini, setan bisa dengan sangat mudah mengendalikan manusia. Karena marah, orang bisa dengan mudah mengucapkan kalimat kekafiran, menggugat takdir, ngomong jorok, mencaci habis, bahkan sampai kalimat carai yang membubarkan rumah tangganya. Karena marah pula, manusia bisa merusak semua yang ada di sekitarnya. Dia bisa banting piring, lempar gelas, pukul kanan-pukul kiri, bahkan sampai tindak pembunuhan. Di saat itulah, misi setan untuk merusak menusia tercapai. Tentu saja, permsalahannya tidak selesai sampai di sini. Masih ada yang namanya balas dendam dari pihak yang dimarahi. Anda bisa bayangkan, betapa banyak kerusakan yang ditimbulkan karena marah. Menyadari hal ini, islam sangat menekankan kepada umat manusia untuk berhati-hati ketika emosi. Banyak motivasi yang diberikan Rasulullah shallall...

Apa yang Dilakukan Ketika Orang Mau Meninggal?

Assalamualaikum, Ustadz, ana mau tanya apakah ada amalan yang harus kami lakukan terhadap nenek kami yang sudah berumur 80 tahun dan sekarang sedang kritis, selama seminggu ini cucu2nya menuntun membacakan “Laa illaha illallah” dan membacakan Al-Quran,kami semua sudah ikhlas dan amalan apa lagi yang harus kami perbuat untuk nenek kami? Mohon penjelasan. Wassalamualaikum Jawab:   Pertama: Jika memungkinkan hendaknya keluarga menasehati beliau untuk memperbanyak taubat, istighfar, bersabar, menerima takdir, dan berbaik sangka kepada Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: لا يموتن أحدكم إلا وهو يحسن بالله الظن “Janganlah salah seorang diantara kalian meninggal kecuali berbaik sangka kepada Allah.” (HR. Muslim, dari Jabir bin Abdillah Al-Anshary) Kedua: Hendaknya kalau beliau memiliki kewajiban kepada seseorang segera menunaikan kewajiban tersebut (seperti hutang, amanat dll), kalau tidak mungkin maka hendaklah beliau berwasiat. Ketiga: ...

Bagaimana Wanita Istihadah Bersuci?

Wanita yang mengalami Istihadah , mendapatkan keringanan dalam bersuci. Mengingat darah tersebut sering keluar, sehingga sangat menyusahkan bila diwajibkan berwudhu dan membersihkan diri setiap kali darah itu keluar. Sementara Islam adalah agama yang  memberikan kemudahan kepada penganutnya. Allah ‘ azza wa jala berfirman, وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَج Dia (Tuhanmu) sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama ini suatu kesempitan . (QS. al Haj: 78). Dari ayat ini kemudian para ulama menyimpulkan sebuah kaidah fikih, المَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيْرَ “Sebuah kesulitan akan menjadi sebab datangnya kemudahan dan keringanan.” Cara Bersuci Wanita Istihadah Cara berwudhu untuk wanita mustahadoh adalah dengan melakukan dia hal berikut : [1] Cukup berwudhu setiap masuk waktu sholat. [2] Membasuh kemaluan dan bagian tubuh yang terkena darah. Kemudian mengenakan pembalut, agar tidak menyebar semampunya. Pertama, berwudhu setiap masuk waktu ...

Darah Nifas Berhenti Sebelum 40 Hari, Apakah Boleh Sholat?

Bismillah. Wassholatu was salam ‘ala Rasulillah wa ba’d. Kaidah yang perlu kita ketahui terkait darah nifas : Pertama, tidak ada ketentuan waktu minimal sucinya wanita dari darah nifas. Oleh karenanya, kapanpun darah itu berhenti walaupun baru berjalan 7 hari atau 10 hari, atau bahkan lebih sebentar dari itu, maka dia dihukumi suci. Dan diwajibkan melakukan sholat kembali setelah mandi besar, layaknya wanita suci Kedua, batas waktu maksimal terjadinya nifas adalah 40 hari. Dihitung sejak hari pertama melahirkan. Sehingga, bila darah berlanjut keluar melebihi 40 hari, maka dia dianggap suci. Dia diwajibkan melakukan sholat atau puasa ramadhan kembali, meski darah belum berhenti keluar. Bahkan Imam Tirmidzi menerangkan bahwa ketentuan ini sudah menjadi kesepakatan para ulama. Beliau – rahimahullah- mengatakan, أجمع أهل العلم من الصحابة ، ومن بعدهم على أن النفساء تدع الصلاة أربعين يوما ، إلا أن ترى الطهر قبل ذلك، فتغتسل و تصلي Para ulama dari kalangan sahabat Nabi sha...